Sejarah Rumah Adat Joglo, Bagian-Bagian, Jenis dan Desainnya

Last update: 26 September 2024 8 min read
Author:

Rumah adat Joglo adalah nama rumah tradisional yang berasal dari Jawa Tengah.

Bangunan ini dibuat menggunakan kayu jati dan mempunyai filosofi yang mendalam.

Salah satu ciri khas yang melekat dari rumah Joglo adalah bentuk atapnya yang unik dan memiliki kemiringan curam.

Konon, pada masa lampau, rumah joglo hanya dimiliki oleh kaum bangsawan dan orang-orang terpandang.

Nah, ingin tahu seperti apa asal-usul rumah Joglo dan jenis-jenisnya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Sejarah Rumah Adat Joglo

sejarah rumah adat joglo

Sejarah rumah adat Joglo tidak bisa dilepaskan dari cerita kehidupan masyarakat Jawa pada masa lampau.

Menurut buku “Filosofi Rumah Jawa” yang ditulis oleh Asti Musman, di masa lalu rumah Joglo hanya dimiliki oleh kaum bangsawan dan terpandang.

Alasannya karena rumah Joglo membutuhkan material bangunan yang lebih mahal dan banyak ketimbang bentuk hunian lainnya.

Masih menurut buku yang sama, rumah Joglo juga kerap disebut dengan rumah tikelan atau tikel yang berarti “patah”.

Istilah ini digunakan karena atap Joglo tampak seolah-olah patah menjadi tiga bagian.

Sumber lain menyebut bahwa rumah adat ini terdiri dari dua kata, yakni tajug dan loro yang berarti “menggabungkan dua tajug”.

Tajug adalah atap rumah berbentuk piramida. 

Masyarakat Jawa memilih tajug sebagai model atap rumah ini karena bentuknya yang mirip dengan bentuk gunung. 

Salah satu filosofi yang dapat ditemukan dalam rumah adat ini adalah pintu lebar yang berada di tengah ruangan.

Filosofinya menggambarkan tentang keharmonisan dan keterbukaan dari pemilik rumah terhadap orang lain

Sementara, pendopo tanpa sekat yang ada di depan rumah bertujuan untuk menjalin silaturahmi bersama keluarga serta tetangga sekitar.

Jadi, sudah tahukan rumah Joglo berasal dari mana? Selanjutnya, mari simak bagian-bagian dari bangunan tersebut.

Bagian-Bagian Rumah Adat Joglo

bagian bagian rumah adat joglo

Masih menurut buku “Filosofi Rumah Jawa” yang ditulis oleh Asti Musman, ada beberapa bagian rumah Joglo yang perlu kamu ketahui, di antaranya:

1. Pendapa

Pendapa merupakan area terdepan yang berfungsi untuk menerima tamu, serta kerap digunakan saat mengadakan acara-acara adat.

Biasanya, pendapa dibiarkan terbuka atau tidak diberi dinding penutup.

Dalam konteks filosofis, pendapa dengan bentuk terbuka menggambarkan prinsip keterbukaan yang diyakini oleh tuan rumah.

2. Pringgitan

Pada zaman dulu, area pringgitan kerap dipakai untuk pertunjukan wayang kulit.

Lokasinya di dalam rumah, berada di antara pendapa dan dalem.

Ruangan ini pun bisa dipakai untuk menerima tamu.

3. Dalem

Dalem adalah rumah pokok yang digunakan untuk keluarga.

Di area dalem, umumnya terdapat tiga bilik yang disebut senthong tengah (kamar tengah), senthong kiwo (kamar kiri), dan senthong tengen (kamar kanan).

4. Senthong

Senthong sendiri merupakan ruang tertutup yang digunakan sebagai kamar tidur, dapur, kamar mandi, hasil pertanian, dan lain-lain.

Tidak cuma itu, bahkan ada pula senthong yang menjadi ruangan pengantin baru.

Biasanya, ruangan tersebut terletak di tengah rumah dan dihias semewah mungkin karena dianggap sebagai tempat tinggal Dewi Sri.

5. Gandok

Gandok adalah bagian rumah yang berada di samping dan umumnya menempel pada bangunan bagian belakang.

Walau ada senthong, beberapa masyarakat Jawa juga menggunakan gandok sebagai tempat menyimpan perabot dapur, ruang makan dan dapur, lho.

6. Kuncung

Bagian rumah Joglo berikutnya adalah kuncung.

Kungung merupakan sebuah area yang lokasinya di samping atau depan pendapa.

Area tersebut bisa digunakan untuk tempat bersantai atau pemberhentian kendaraan tamu maupun pemilik rumah.

7. Pawon

Pawon bisa dibilang sebagai area dapur di rumah adat Jawa.

Pasalnya, pawon adalah bagian rumah yang digunakan sebagai tempat meracik dan mengolah segala hal yang berkaitan dengan makanan.

8. Lumbung

Lumbung adalah tempat penyimpanan padi di rumah adat Joglo.

Area ini berbentuk panggung, di mana bagian strukturnya ditopang oleh kayu penyangga setinggi 2,5 meter.

9. Kandhang

Kandhang berarti tempat tinggal ternak seperti kambing, sapi, bebek, dan ayam.

Seperti namanya, area kandhang dipakai untuk melindungi hewan peliharaan atau ternak, agar aman dari tindak pencurian dan terpaan cuaca.

10. Gedhogan

Salah satu alat transportasi yang digunakan pada masa lalu adalah kuda.

Maka itu, di rumah adat Joglo, terdapat area khusus untuk kandang kuda yang diberi nama gedhogan.

Jenis-Jenis Rumah Adat Joglo

jenis jenis rumah adat joglo

Tidak cuma itu, seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat Jawa yang membangun rumah Joglo dengan berbagai macam jenis.

Setiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, berikut ulasannya.

1. Rumah Joglo Sinom

Rumah Joglo Sinom merupakan jenis pertama yang perlu kamu ketahui.

Desain rumah ini memakai 36 tiang; empat di antaranya merupakan saka guru. 

Rumah adat Jawa ini memiliki atap dengan empat sisi, yang mana masing-masing sisinya memiliki tiga tingkat serta satu bubungan.

Pada dasarnya, rumah adat ini dikelilingi oleh teras Joglo atau biasa disebut pringgitan, yang menghubungkan pendopo dengan omah.

2. Rumah Joglo Hageng

Selanjutnya, ada Joglo Hageng yang memiliki ciri atap tritisan keliling yang luas.

Selain itu, rumah ini juga memiliki proporsi atap utama yang lebih besar dibandingkan joglo Mangkurat dan Pangrawit, lho.

Joglo Hageng juga memiliki tratak keliling yang terlihat seperti istana, sehingga tampak lebih menarik dan berkelas.

3. Rumah Joglo Pangrawit

Rumah Joglo Pangrawit merupakan salah satu jenis rumah adat Jawa yang biasanya menjadi inspirasi arsitektur rumah Joglo modern.

Rumah adat ini memiliki lambang gantung dan atap berbentuk kubah, serta telah dilengkapi dengan tiang di setiap sudutnya (saka).

4. Rumah Joglo Jompongan

Rumah adat Jawa Tengah Joglo Jompongan, memiliki ciri atap yang bersusun dua dan bubungan atap yang memanjang ke arah kanan dan kiri.

Biasanya, rumah Joglo Jompongan menggunakan pintu geser serta memiliki denah lantai yang berbentuk bujur sangkar.

Selain itu, atap rumah Joglo Jompongan biasanya tidak banyak menggunakan ornamen sehingga terkesan polos.

5. Rumah Joglo Lawakan

Rumah Joglo Lawakan memiliki ciri atap yang bersusun dua dengan bentuk sederhana.

Atap yang terdapat di Joglo Lawakan lebih runcing, tetapi tetap memiliki bagian atap landai berukuran lebar pada bagian bawahnya.

6. Rumah Joglo Mangkurat

Rumah Joglo Mangkurat memiliki ciri atap yang bersusun tiga sudut, dengan kemiringan yang berbeda-beda.

Biasanya, rumah ini memiliki batas di antara sudutnya dengan pemakaian lisplank. 

Bentuk atap rumah Joglo mangkurat memiliki susunan atap yang lebih tinggi pada bagian tengahnya.

7. Rumah Joglo Panggang Pe

Rumah adat Jawa yang terakhir adalah Joglo Panggang Pe.

Rumah ini pada dasarnya memiliki empat hingga enam tiang. 

Menurut sejarah, rumah adat ini dulunya bisa dipakai sebagai hunian maupun warung.

Rumah ini terbagi atas beberapa jenis, seperti Gedhang Salirang, Empyak Setangkep, Gedhang Setangkep, Cere Gancet, Trajaumas, dan Barengan.

Struktur Atap Rumah Adat Joglo

struktur atap rumah adat joglo

Tidak bisa dimungkiri, karakteristik khas Rumah Joglo terdapat pada area atapnya.

Alasannya karena struktur atap Joglo menyerupai piramida terbalik yang makin ke atas ukurannya kian melebar.

Rancangan atap ditopang oleh empat tiang yang bernama soko guru.

Mengenai struktur dari atap rumah Joglo, rinciannya bisa kamu lihat berikut ini:

  • Ander: Penyangga memolo atau sesirah
  • Balungan: Kerangka pokok rumah, terdiri dari tiang, pengeret, sunduk, dan blandar
  • Baturan: Tempat pijakan tiang paling tepi atau sebagai alas rumah
  • Blandar: Kayu yang berfungsi untuk mengaitkan antar-tiang
  • Cagak: Tiang
  • Dudur: Sebuah kayu yang digunakan untuk mengaitkan memolo dan blandar, kayu ini yang membentuk atap menjadi limasan
  • Pengeret: Elemen atap yang berfungsi untuk mengaitkan soko guru
  • Sesirah/Memolo: Kayu membujur di atas rumah yang dipasang di atas ander
  • Soko guru: Tiang pokok rumah, umumnya jumlahnya 4
  • Sunduk: Pangait soko guru, letaknya di bawah pengeret dan blandar

Perbedaan Rumah Joglo Jawa Tengah dan Jawa Timur

perbedaan rumah joglo jawa timur dan jawa tengah

Sekilas, rumah joglo di Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat identik.

Keduanya mempunyai kemiripan pada bentuk atap dan unsur kayu sebagai pilarnya.

Namun, melansir berbagai sumber, rumah adat joglo Jawa Tengah dan Jawa Timur sebenarnya memiliki beberapa perbedaan.

Misalnya dari bentuk atapnya, rumah joglo Jawa Tengah terlihat menyerupai gunung.

Rumah adat joglo Jawa Timur sejatinya juga demikian, tetapi bentuknya relatif sederhana.

Perbedaan lain terletak pada jumlah ruangan.

Rumah joglo di Jawa Tengah memiliki tiga ruangan utama, salah satunya khusus digunakan untuk memainkan wayang yang disebut pringgitan.

Sementara, rumah adat joglo Jawa Timur hanya punya dua ruangan, yakni pendopo dan ruang belakang.

Contoh Desain Rumah Joglo Modern

Rumah adat joglo tetap lestari sampai saat ini, salah satu faktornya karena desainnya yang cocok dikombinasikan dengan arsitektur modern.

Selain estetis, hunian bergaya rumah joglo modern juga memiliki unsur etnik.

Tampilannya sangat unik sehingga berbeda dari rumah-rumah kebanyakan.

Jika tertarik memiliki rumah dengan sentuhan tradisional ala rumah joglo, berikut inspirasi desain yang bisa kamu tiru.

1. Rumah Joglo Modern Minimalis

Rumah Joglo Modern Minimalis

Foto: Instagram @ardhyfad

Contoh pertama ini merupakan desain rumah joglo modern minimalis.

Kesan modern begitu kuat pada hunian tersebut, sebab di area depannya terdapat dinding roster dan jendela berukuran besar.

Sentuhan “joglonya” dapat terlihat dari penggunaan tajug atau atap khas Jawa.

Meski modern, rumah tersebut memiliki nuansa tradisional yang artistik, ya.

2. Vila dengan Konsep Joglo

Vila dengan Konsep Joglo

Foto: Instagram @joglo_limasan

Kali ini ada sebuah vila yang konsepnya mirip rumah joglo.

Meski kesan tradisional hanya terlihat pada atapnya, tetapi vibes homey sangat terasa pada tampilan vila tersebut.

Apalagi vila ini dilengkapi dengan gazebo yang atapnya juga berbentuk tajug.

3. Joglo Modern Serba-putih

Joglo Modern Serba-putih

Foto: Instagram @joglo_antique_inaliving

Terakhir, ada desain joglo modern serba-putih yang estetis tapi sederhana.

Konsep rumah ini unik, alih-alih memiliki warna kayu seperti rumah joglo kebanyakan, rumah tersebut justru dicat dengan warna putih.

Lalu, tidak hanya atapnya, rumah di atas juga mengadopsi bagian lain pada rumah joglo, seperti pendopo di area depan.

Itulah pembahasan lengkap mengenai rumah adat Joglo yang menarik untuk diketahui.

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.