8 Desain Rumah Anti Banjir & Tips Membuatnya

Last update: 3 Mei 2025 6 min read
Author:

Memiliki rumah anti banjir adalah sebuah keharusan jika Anda tinggal di wilayah dengan curah hujan tinggi.

Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang ketika tinggal di rumah meskipun sedang terjadi hujan badai di luar.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuat rumah anti banjir adalah dengan membangun pondasi lebih tinggi, atau membangun tembok untuk menangkal air masuk ke dalam rumah.

Selain memperhatikan struktur dan spesifikasi bangunan, rumah anti banjir juga bisa dirancang secara estetik.

Sebagai inspirasi, Anda bisa melihat beberapa contoh desainnya di bawah ini.

Desain Rumah Anti Banjir

Rumah Anti Banjir Bates Masi Architects

Rumah Anti Banjir Bates Masi Architects

Foto: Bates Masi Architects

Rumah minimalis karya Bates Masi Architects ini dirancang dengan desain minimalis.

Cat yang digunakan adalah grayscale, spektrum warna abu-abu yang kalem.

Lalu terdapat juga jendela yang lebar dan dilapisi kaca agar tercipta kesan kontemporer.

Agar terjangan air tidak masuk sampai ke dalam, rumah ini dibangun dengan pondasi yang tinggi, sekitar dua sampai tiga meter.

Di bawah rumahnya, terdapat ruang kosong yang akan menjadi area untuk air banjir.

Lantaran desainnya kekinian, rumah anti banjir ini cocok dibangun di kota-kota besar, misalnya dibangun sebagai rumah di Jakarta atau rumah di Bekasi.

Seperti diketahui, beberapa area di kota tersebut memang kerap dilanda banjir.

Rumah Anti Banjir Desain Sederhana

Rumah Anti Banjir Desain Sederhana

Foto: jbsolis.com

Desain rumah yang satu ini cocok diterapkan di Indonesia, karena desainnya sederhana dan umum.

Jadi, ketika dibangun di lingkungan yang sudah padat penduduk pun, rumahnya tidak terlalu mencolok.

Selain warna-warna cerah, Anda juga bisa mempercantik rumah ini dengan warna lain, seperti abu-abu tua atau hitam agar terkesan lebih elegan.

Atau, jika rumahnya ingin bernuansa alami, Anda juga dapat menambahkan unsur batu alam dan kayu pada fasad huniannya.

Model Rumah Anti Banjir Minimalis

Model Rumah Anti Banjir Minimalis

Foto: jbsolis.com

Menyukai rumah desain minimalis yang diterapkan di hunian kekinian seperti Puri Angsana Loka Sawangan atau Tatar Endah Residence?

Anda bisa berpedoman pada desain gambar di atas jika ingin membangun rumah desain minimalis yang kekinian.

Rumahnya dibangun dengan desain bernuansa kotak dan warna yang netral, yaitu abu-abu tua dan putih.

Selain itu, terdapat banyak jendela yang membuat kondisi ruangan di dalam rumahnya tetap terang dari pagi hingga sore hari.

Jadi, tak hanya bebas banjir, huniannya juga bisa lebih hemat energi.

Desain Rumah untuk di Pinggir Sungai atau Danau

Desain Rumah untuk di Pinggir Sungai atau Danau

Foto: familyhomeplans.com

Rumah ini cocok dibangun di pinggir sungai atau danau.

Itu karena bangunannya dibuat dengan elevasi tinggi, sekitar tiga hingga empat meter di atas tanah.

Sekilas bangunan rumahnya mirip dengan rumah panggung di Indonesia.

Namun, desain eksteriornya terlihat lebih modern, dengan kombinasi warna abu-abu, putih, dan cokelat.

Rumah Anti Banjir di Jepang: House in Yamasaki

Foto: Tato Architects

Rumah anti banjir bernama House in Yamasaki di atas dirancang oleh Tato Architects. 

Ini merupakan salah satu desain hunian anti banjir yang bisa menjadi inspirasi untuk rumah Anda. 

Rumah seluas 119,11 meter persegi ini memiliki konstruksi beton setinggi 1,8 meter, dengan rongga-rongga pada lantai bawah. 

Bagian bawah rumah menjadi ‘ruangan’ untuk air banjir. Dengan demikian, ketika banjir melanda dapat mengurangi tekanan air yang menerpa dinding hunian.

Ini sepertinya cocok untuk di Indonesia. Mengingat kebanyakan banjir di Indonesia terjadi karena curah hujan yang tinggi. 

Desain Rumah Anti Banjir di Vietnam: Blooming Bamboo House

Foto: Doan Thanh Ha

Tidak jauh dari Indonesia, H&P Partners membangun Blooming Bamboo House di Hanoi, Vietnam. 

Rumah yang dibangun sepenuhnya menggunakan bambu ini sangat mirip dengan desain rumah panggung dengan tinggi yang cukup untuk menghalau air. 

Dibangun seluas 44 meter persegi di Hanoi, Vietnam, rumah bambu ini mampu bertahan dengan kondisi banjir hingga 1,5 hingga 3 meter.

Hampir seluruh ruangan dilapisi oleh nilon dan polycarbonate sheet sebagai penahan air masuk ke dalam rumah.

Model Rumah Anti Banjir di Inggris: Amphibious House

Foto: Casa Indonesia

Dirancang oleh firma arsitektur Baca Architects, proyek hunian dengan nama Amphibious House ini didesain untuk bisa mengapung di atas luapan air danau. 

Rumah minimalis modern ini dibangun di atas pondasi yang sepadan dengan permukaan Sungai Thames, Inggris. 

Meski demikian pondasinya dirancang terpisah, sehingga ketika sungai meluap, strukturnya dapat mengambang di atas permukaan air.

Untuk material bangunannya, bagian atas hunian terbuat dari kayu ringan, sedangkan bagian bawahnya menggunakan concrete hull

Hunian dengan desain inovatif ini telah terbukti bisa bertahan ketika banjir mencapai tinggi 2,5 meter.

Ini tampaknya cocok untuk mereka yang tinggal di dekat bantaran sungai atau kawasan pesisir. 

Jadi ketika permukaan air sudah mulai naik, Anda dan keluarga masih bisa tetap di dalam rumah tanpa khawatir ruma akan kemasukan air. 

Rumah Anti Banjir di Indonesia: Rumah Panggung

Foto: Google Images

Desain rumah terakhir adalah salah satu yang sebenarnya banyak ditemui di Indonesia. 

Beberapa rumah tradisional Indonesia sebenarnya memiliki desain yang anti banjir. 

Contohnya, rumah panggung yang biasa ditemui di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. 

Bahkan di beberapa daerah tersebut masih banyak rumah yang memang dibangun dengan panggung yang menjulang hingga 15 meter.

Mengingat risiko banjir masih cukup tinggi di kawasan-kawasan tersebut. 

Hunian macam ini bebas banjir karena posisinya yang tinggi berkat pondasi berupa tiang-tiang yang terbuat dari kayu. 

Untuk pertahanan yang lebih maksimal, pakar menyarankan menggunakan beton sebagai pondasi, agar kuat diterpa arus yang deras.

Tips Membuat Rumah Anti Banjir

Perhatikan Tinggi Rumah

Hal pertama yang mesti Anda terapkan adalah memastikan pondasi rumah lebih tinggi daripada potensi air yang menerjang.

Idealnya, Anda bisa meninggikan pondasi rumah dari 40-50 sentimeter.

Pilih Material yang Tepat

Selanjutnya, jangan lupa untuk memilih material bangunan yang tepat, seperti  beton, keramik, bata hingga baja ringan.

Material tersebut tidak cepat rusak meski terus-menerus terendam air.

Tapi, jika terpaksa harus menggunakan material yang bisa rusak karena terus-terusan terkena air, Anda harus mengeceknya secara berkala.

Buat Resapan Air di Sekitar Rumah

Tips berikutnya, Anda bisa membuat resapan air di sekitar rumah, seperti sumur resapan biopori.

Cara membuatnya pun sederhana karena hanya membutuhkan bor tanah, pipa PVC, sampah organik, dan air.

Tidak hanya berfungsi untuk mengatasi banjir, sumur biopori ini bermanfaat juga untuk mengurangi sampah organik, menyuburkan tanah, dan mempengaruhi jumlah air tanah.

Perhatikan Saluran Pembuangan

Terakhir, jangan lupa untuk memperhatikan jalur sistem drainase atau saluran pembuangan air.

Anda dapat menerapkan katup one way dalam sistem pembuangan air agar air pembuangan tidak masuk ke rumah.

***

Itulah sejumlah desain rumah anti banjir yang bisa dijadikan inspirasi untuk hunian Anda. 

Beberapa tampaknya cocok untuk kawasan di dekat sungai dan ada pula yang cocok untuk mengantisipasi curah hujan deras.

Apapun pilihannya, pastikan desain ini dapat memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga, ya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Mau menjual atau menyewakan rumah? Pasang iklan rumah cepat dan mudah di 99.co Indonesia.

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.