Rincian Biaya Bangun Rumah per Meter Lengkap dengan RAB

Last update: 9 April 2025 9 min read
Author:

Membangun rumah impian membutuhkan perhitungan matang terutama bagi kamu yang berencana membangunnya dari nol. Kira-kira, berapa biaya bangun rumah per meter?

Ada banyak cara mewujudkan rumah impian.

Selain membeli rumah dari pengembang properti, kamu juga bisa membangunnya sendiri dari nol.

Pasalnya, membangun rumah dari nol bisa disesuaikan dengan anggaran yang kamu miliki.

Hanya saja, ada banyak aspek yang mesti kamu perhatikan sebelum membangun rumah secara mandiri.

Salah satu aspek tersebut adalah mengetahui biaya bangun rumah per meter. Lalu, bagaimana cara menghitung biaya rumah tersebut?

Menurut buku Panduan Lengkap Membangun Rumah yang disusun oleh Gatut Susanta, cara menghitung membangun rumah dari nol adalah luas bangunan dikalikan dengan harga satuan per meter persegi.

Bangun rumah per meter dinilai lebih hemat tergantung dari tipe, pemilihan material, upah tukang, dan lain sebagainya.

Jika punya tekad bangun rumah dari nol, simak contoh perhitungan biayanya di bawah ini!

Rincian Biaya Bangun Rumah per Meter 2025

1. Biaya Bangun Rumah per Meter 36 M²

rumah type 36

sumber: rumahpedia.info

Biaya bangun rumah per meter type 36 atau 36 meter persegi tergantung dari luas tanah, model rumah, dan kisaran harga bahan bangunan.

Misalnya, kamu ingin membangun rumah minimalis ukuran 6 m² x 6 m²= 36 m² dengan harga per m² berkisar Rp2,5 juta.

Nah, harga tersebut bisa kamu jadikan patokan dengan biaya rumah yang akan kamu bangun.

Berikutnya, kamu bisa mulai menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun rumah.

Secara sederhana, berikut cara menghitung biaya bangun rumah:

  • Luas bangunan = 36 m²
  • Harga per m² = Rp2, 5 juta

Dengan asumsi tersebut, biaya untuk bangun rumah 36 m² x Rp2,5 juta adalah Rp90 juta.

Lewat metode yang satu ini, kamu bisa memperkirakan dengan cepat berapa biaya bangun rumah per meter yang dibutuhkan.

Namun, perlu dicatat bahwa perhitungan ini tidak bisa menghasilkan angka yang mutlak, ya.

Hal ini karena harga bangunan per m² bisa berbeda-beda tergantung setiap wilayah.

Belum lagi, ada komponen biaya lain di luar biaya utama untuk membangun rumah tersebut, salah satunya biaya membeli tanah.

2. Rincian Biaya Bangun Rumah Tipe 45 Luas 150 M²

rumah type 150 biaya bangun rumah per meter

sumber: softwarerab.com

Rincian biaya bangun rumah per meter bisa diketahui berdasarkan RAB rumah yang sudah kamu buat.

Ambil contoh, kamu berencana membangun rumah satu lantai tipe 45 dengan luas tanah 150 meter persegi.

Lalu, berapa perhitungan biaya bangun rumah per meter tersebut?

Berikut adalah simulasi lengkap biaya bangun rumah:

  • 1 lantai
  • Tipe: 45
  • Luas: 150 m²
  • Biaya per m²: Rp2 juta (estimasi)
  • Harga tukang: Rp130 ribu per hari (estimasi)
  • Lama bangun rumah: 6 bulan

Berikut estimasi biaya material dalam RAB:

Uraian Pekerjaan

Volume

Satuan

Harga Total

Pekerjaan fondasi

Pekerjaan pondasi batu kali

7,610 m3

Rp1.522.800

Pekerjaan struktural

Pekerjaan sloof

0,583 m3 Rp2.624.400

Pekerjaan plat lantai

54

Rp64.800.000

Pekerjaan kolom struktur utama

1,026

m3

Rp4.104.000
Pekerjaan kolom praktis 0,459 m3

Rp1.606.500

Pekerjaan balok struktural

1,35

m3

Rp5.400.000

Pekerjaan atap 

Pekerjaan atap baja ringan

54

Rp16.200.000

Pekerjaan arsitektural

Pekerjaan dinding

133,272 m3 Rp26.654.400
Pemasangan keramik dinding 22,165

Rp3.324.750

Pekerjaan plafon

54

Rp8.640.000

Pekerjaan kusen, pintu, dan jendela

Kusen dan pintu kayu panel

3 unit Rp4.500.000

Pintu PVC kamar mandi

1

unit Rp500.000
Kusen dan jendela kayu 3 unit

Rp5.400.000

Pekerjaan finishing 

Pemasangan lantai keramik

54 m3 Rp8.100.000

Pekerjaan pengecatan

74,466

Rp2.606.310

Pengecatan eksterior 96

Rp4.800.000

Pengecatan plafon

54

Rp1.890.000

Instalasi air bersih

Pekerjaan pipa PVC air bersih

37,26 m Rp2.980.800

Pemasangan shower set

1

unit

Rp450.000

Pemasangan keran air

1

unit

Rp200.000

Pemasangan keran air outdoor

1 unit

Rp150.000

Pekerjaan instalasi toren air

1

unit

Rp1.500.000

Instalasi air kotor

Pekerjaan pipa air kotor

50,058

m

Rp5.005.800

Pekerjaan pipa instalasi air hujan

0,54

m

Rp54.000

Pemasangan closet

1

unit

Rp3.500.000

Instalasi floor drain

1

unit

Rp150.000

Septic tank

1

unit

Rp2.500.000

Instalasi listrik

Instalasi lampu

4

titik

Rp1.000.000

Instalasi stop kontak

3

titik

Rp180.000

Instalasi sakelar single

3

titik

Rp180.000

Instalasi sakelar double

1

titik

Rp75.000

MCB outlet dan boks sekring

1

titik

Rp300.000

Exhaust fan kamar mandi

1

titik

Rp550.000

Pekerjaan lain

Pemasangan pagar

10

m

Rp10.000.000

Total

Rp193.392.760

Dari simulasi tersebut, total seluruh pengerjaan borongan adalah sekitar Rp193 jutaan dengan material sederhana berstandar SNI.

Sementara itu, biaya lengkapnya adalah sebagai berikut:

Jenis pengeluaran 

Rumus

Total 

Biaya ruang bangunan

150 m² x Rp2 juta

Rp300.000.000

Biaya material

Rp193.392.760

Biaya tukang

(4 tukang x Rp130 ribu) x 180 hari

Rp93.600.000

Total biaya bangun rumah (estimasi)

Rp586.992.760

3. Rincian Biaya Bangun Rumah per Meter Luas 300 M²

rumah type 300 biaya bangun rumah per meter

sumber: griyadesainrumah.com

Membangun rumah per meter harus melakukan perhitungan biaya secara menyeluruh mulai dari biaya membangun dinding, biaya plafon rumah, lantai, dan pekerjaan finishing.

Dengan begitu, kamu akan mengetahui perkiraan total biayanya.

Simulasi berikut ini adalah membangun rumah mewah minimalis dengan panjang 30 m dan lebar 10 m = 300 m².

Asumsi hitungan total biaya pembangunan per meter persegi tersebut adalah Rp4 juta.

Adapun, total biaya membangun rumah mencapai Rp1,2 miliar.

Berikut adalah contoh simulasi membangun rumah per meter:

  • 300 m² (ukuran rumah) x Rp4 juta (total biaya per meter persegi) = Rp1,2 miliar.

Baca Juga: 5 Tahap Simulasi Biaya Bangun Rumah Tahun 2024, Hitung Seakurat Mungkin!

4. Biaya Bangun Rumah Termasuk Tanah

Selanjutnya adalah biaya bangun rumah per meter lengkap dengan tanah.

Asumsikan, rumah yang hendak kamu bangun adalah tipe 40/84 (luas bangunan 40 meter persegi dan luas tanah 84 meter persegi).

Adapun, harga tanahnya adalah Rp1,2 juta per meter persegi, sedangkan harga per meter pengerjaannya berkisar Rp2,8 juta.

Nah, hitungannya adalah 84 x 1,2 juta = Rp100,8 juta (belum mencakup hal inti lainnya).

Berikut adalah RAB rumah secara lengkap dengan finishing dan lain-lain, seperti yang tertera pada gambar di bawah ini:

biaya bangun rumah per meter

Sumber: X/@Jafad_s

5. Biaya Bangun Rumah 2 Lantai 7×12

Rumah 7×12 adalah luas rumah yang jadi impian banyak orang.

Pasalnya, rumah tersebut merupakan rumah minimalis yang dapat dibangun dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, garasi, ruang musala, dan area lainnya.

Jadi, kalau kamu berencana membangun rumah dengan ukuran tersebut, pastikan sudah tahu perkiraan biaya yang dibutuhkan.

Asumsikan biaya tanah adalah Rp3 juta per m² sehingga biaya tanahnya sekitar Rp300 juta.

Untuk biaya jasa arsitek, berkisar antara 5—10 persen dari total biaya konstruksi sehingga biayanya untuk rumah ukuran ini bisa dianggarkan sekitar Rp15—50 juta.

Nah, biaya terbesarnya ada pada biaya konstruksi yang dihitung berdasarkan luas bangunan dan harga satuan per meter persegi.

Sebagai gambaran, untuk rumah 7×12 meter dengan luas bangunan sekitar 168 m², biaya konstruksi bisa mencapai Rp420—840 juta.

Ada juga biaya lain mencakup biaya pembuatan PBG, listrik, air, dan biaya-biaya tak terduga lainnya yang bisa kamu anggarkan sekitar 5—10 persen dari total biaya konstruksi.

Misalnya, kamu memilih desain sederhana menggunakan material standar dan kontraktor dengan harga menengah, berikut adalah total perkiraan biayanya:

  • Biaya tanah: Rp300 juta
  • Biaya desain: Rp25 juta
  • Harga per meter persegi: Rp3,5 juta
  • Biaya konstruksi: 168 m² x Rp3,5 juta per m² = Rp588 juta
  • Biaya tambahan: 10 persen x Rp588 juta = Rp58,8 juta
  • Total biaya: Rp971,8 juta

6. Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai Type 36

Selain bangun dari nol, tak sedikit yang berencana renovasi rumah menjadi dua lantai.

Pertanyaannya, berapa biaya renovasi rumah 2 lantai per meter persegi?

Hal ini tergantung dari kesiapan struktur bangunan tersebut, Property People.

Jika fondasi rumah sudah cocok untuk dijadikan dua lantai, kamu tidak perlu membongkar strukturnya untuk menambah fondasi.

Sebaliknya, jika fondasi tidak sesuai untuk rumah berlantai, mau tidak mau kamu harus mempersiapkan anggaran yang lebih besar.

Ambil contoh, rumah yang ingin kamu renovasi berukuran 36 m² dengan luas tanah berukuran 60 m².

Jika kamu memilih sistem pembayaran borongan penuh, asumsi biaya per meternya mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.

Dengan kualitas material jempolan, biaya perhitungannya adalah 2 x 36 x Rp4 juta sehingga estimasi biaya renovasi rumah tipe 36/60 sekitar Rp288 jutaan.

Tips Merancang Biaya Bangun Rumah per Meter

1. Tentukan Konsep dan Desain Rumah

Tips merancang biaya bangun rumah per meter adalah menentukan konsep dan desain hunian terlebih dahulu.

Pasalnya, konsep hunian berpengaruh pada total biaya keseluruhan.

Contohnya, desain rumah minimalis biasanya membutuhkan biaya hunian yang lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya membangun rumah desain klasik atau mewah.

Bahkan, apabila ukuran rumah yang dibangun sangat luas, makin besar biaya yang dibutuhkan.

Selain itu, rumah bertingkat biasanya lebih mahal karena struktur dan material yang lebih kompleks.

Fasilitas tambahan juga bisa mempengaruhi biaya, seperti adanya fasilitas kolam renang, ruang kerja, atau fasilitas khusus lainnya tentunya akan menambah biaya.

Intinya, setiap gaya hunian memiliki karakteristik material dan finishing yang berbeda sehingga mempengaruhi biaya.

2. Pilih Material Bangunan

Jenis material yang digunakan juga bisa mempengaruhi biaya pembuatan bangun rumah per meter.

Pasalnya, ada berbagai pilihan material, mulai dari yang ekonomis hingga premium.

Jadi, sebaiknya pilih kualitas dan harga setiap material sesuai bujet yang kamu miliki.

Contohnya, material berkualitas tinggi pastinya akan lebih awet, namun harganya lebih mahal.

Solusinya, beli material dalam jumlah besar atau dari supplier tepercaya agar bisa mendapatkan harga yang sesuai.

3. Tentukan Sistem Pembayaran

Tahukah kamu, sistem pengerjaan rumah terdiri dari sistem harian dan borongan.

Nah, dalam pembuatan rumah secara mandiri, hal tersebut sebaiknya dipertimbangkan dengan matang.

Jika menggunakan sistem borongan, harga sudah ditentukan di awal sehingga lebih praktis, tetapi kurang fleksibel.

Sementara itu, jika dengan sistem harian, biaya dihitung berdasarkan upah pekerja per hari sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat dari segi anggaran.

4. Konsultasikan dengan Arsitek dan Kontraktor

Tips selanjutnya adalah konsultasikan dengan arsitek karena mereka akan membantu merancang desain rumah yang sesuai dengan bujet.

Konsultasikan juga dengan kontraktor guna membantu membuat estimasi biaya yang lebih detail dan membantu dalam pemilihan material.

5. Buat Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Tips terakhir merancang biaya bangun rumah per meter adalah membuat RAB.

Pastikan membuat RAB rumah secara terperinci untuk setiap item pekerjaan, mulai dari fondasi hingga finishing.

Ada baiknya, siapkan dana cadangan sekitar 10-15 persen untuk minimalisasi kemungkinan adanya biaya tambahan.

***

Itulah biaya bangun rumah per meter berdasarkan simulasi yang dibuat.

Perlu dicatat, perhitungan di atas merupakan contoh simulasi biaya, ya!

Semoga artikel ini membantu kamu yang sedang berjuang mewujudkan rumah impian.

Simak tulisan informatif lainnya lewat Panduan 99.co Indonesia.

Cek rumah impian hanya di www.99.co/id dari sekarang juga!

 

Lulusan Sastra Unpad yang pernah berkarier sebagai wartawan sejak 2017 dengan fokus liputan properti, infrastruktur, hukum, logistik, dan transportasi. Kini, aktif sebagai penulis di 99 Group.